Text
Jalaluddin Rumi: Mahbub Djamaluddin
Di sepanjang sejarah Islam, selalu muncul banyak tokoh yang berpengaruh besar terhadap arah peradaban manusia. Di antaranya adalah para sufi, yang justru mengambil peran besar dan mencapai puncak keemasannya pada abad ke-6 dan ke-7, saat di mana kejayaan Islam mulai memudar dan sedang berada di titik rawan pucuk jurang kesurutannya.
Jalaluddin ar-Rumi (604 - 672 H) adalah salah satu di antara pemimpin besar tasawuf yang muncul pada masa itu. Rumi dikenal sebagai Master Cinta Ilahiyah, yang mana buah pikirnya banyak disampaikan dalam bentuk sajak yang indah dan mengesankan.
Kebesaran Jalaluddin ar-Rumi ini sungguh sangat disayangkan jika tidak dikenal dan diketahui, dan pada akhirnya diserap dan diteladani. Sayangnya, buku-buku tentang Jalaluddin Rumi sangat sedikit yang beredar di masyarakat kita. Bagi Rumi, tasawuf bukan berarti lari dari dunia. Zuhud bukan berarti tidak berharta. Sebab, focus spiritual adalah hati, yang harus diisi dengan cinta ilahi. Dengan hanya mengisi hati dengan cinta ilahi, seseorang akan dapat mengambang di atas samudera duniawi, seperti botol kosong yang tak dapat ditenggelamkan ombak dan gelombang.
Sepercik spirit Rumi di atas tidak sulit untuk diterima. Dan karenanya, mengobarkan kembali Jalan Cinta ala Rumi menjadi kebutuhan yang mendesak, khususnya bagi masyarakat Islam saat ini yang silau terhadap dunia material yang menyeret mereka ke dalam cinta dunia dan takut mati.
Selamat menyelami pesona cinta Ilahi yang sebenarnya ...
Tidak tersedia versi lain